Biografi Burgerkill

Burgerkill merupakan sebuah band metalcore yang berasal dari kota bandung,Jawa Barat.. Nama Burgerkill diambil dari nama restaurant makanan siap saji asal Amerika, yaitu Burger King, yang kemudian diparodikan menjadi “Burgerkill”.

Burgerkill berdiri pada bulan Mei 1995 berawal dari Eben yang pindah ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya. Dari sekolah itulah Eben bertemu dengan Ivan, Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertama Burgerkill.

Burgerkill merilis single pertama mereka pada awal tahun 1997 yang berhasil masuk kompilasi yang berjudul “masaindahbangetsekalipisan”. Lalu pada akhir tahun 1997 Burgerkill juga ikut serta dalam kompilasi breathless yang mengikutsertakan lagu mereka yang berjudul Offered Sucks

Awal tahun 1999, mereka mendapat tawaran dari perusahaan rekaman independent Malaysia, Anak Liar records yang berakhir dengan deal merilis album Three Ways Split bersama dengan band Infireal (Malaysia) dan watch It fall (Prancis).

Pada tahun 2000, akhirnya Burgerkill berhasil merilis album perdana mereka dengan title “Dua Sisi” oleh Riotic records. Pada tahun yang sama, band ini juga merilis single Everlasting Hope Never Ending Pain lewat kompilasi Ticket To Ride.

Mereka menjadi nominator Band Independent Terbaik ala majalah News Musik pada tahun 2000. Awal tahun 2001 pun mereka berhasil melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan produk sport apparel asal Amerika yaitu PUMA yang selama 1 tahun mensupport setiap kali Burgerkill melakukan pementasan.

Sejak Oktober 2002 sebuah produk clothing asal Australia INSIGHT juga mensupport dalam setiap penampilan mereka.

Pertengahan Juni 2003, Burgerkill menjadi band hardcore pertama Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak 6 album dengan salah satu major label terbesar di negeri ini, Sony Music Entertainment Indonesia. Dan setelah itu akhir tahun 2003, Burgerkill berhasil merilis album kedua mereka dengan title Berkarat.

Pada pertengahan tahun 2004, lewat album Berkarat Burgerkill masuk kedalam salahsatu nominasi dalam salah satu event Achievement musik terbesar di Indonesia Ami Awards. Dan secara mengejutkan mereka berhasil menyabet award tahunan tersebut untuk kategori Best Metal Production.

Di awal tahun 2005, Toto memutuskan untuk meninggalkan band tersebut. Mereka kembali merombak formasinya dengan memindahkan Andris dari posisi Bass ke posisi Drums dan terus melanjutkan proses penulisan lagu dengan menggunakan additional bass player.

November 2005, Burgerkill memutuskan kontrak kerjasama dengan Sony Music Entertainment Indonesia dikarenakan tidak adanya kesepakatan dalam pengerjaan proyek album ketiga. mereka sepakat untuk tetap merilis album ke-3 Beyond Coma And Despair di bawah label mereka sendiri Revolt! Records di pertengahan Agustus 2006. Album ini pun menjadi salah satu album terbaik di Rolling Stone Indonesia.

Namun di akhir Juli 2006 Ivan sang vokalis menghembuskan napas terakhirnya di tengah-tengah proses peluncuran album baru . Setelah melewati proses Audisi Vokal, mereka menemukan Vicki sebagai Frontman baru untuk tahap berikutnya dalam perjalanan karier mereka.

Dan pada awal Januari 2007 mereka telah sukses menggelar serangkaian tour di kota-kota besar di Pulau Jawa dan Bali dalam rangka mempromosikan album baru mereka. Tahun 2009 menggelar konser “Allegiance to Metal Tour 2009” bersama Psycroptic dan Nemesis.
Band ini pernah satu panggung dengan beberapa band luar deperti The Black Dahlia Murder, As I Lay Dying, dan Himsa. Band ini juga menandatangani kontrak dengan Xenophobic Record Australia.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here