Biografi Sepultura

Sepultura mengadopsi aliran Trash Metal dalam musiknya. Pertama kali Band ini terbentuk pada tahun 1983 di Belo Horizonte, Brazil yang juga merupakan kota nomor 3 terbesar di Brazil.
Formasi awal Sepultura dalam mengawali karirnya ada Max Cavalera (vocal/gitar), Paulo Jr (bass), Igor Cavalera (drum), dan Jairo Guedes Jairo T” (gitar).

Sepultura mengakui saat pertama kali terbentuk mereka sangat terlalu awam dengan musik Metal, Karena pada saat itu musik bernuansa Rock sangat tabu di dalam kehidupan masyarakat Brazil, apalagi musik beraliran Metal. Sehingga sulit untuk mendapatkan CD dan mendengar band-band sealiran sejenis.
Influence musik mereka banyak terpengaruh dari band-band seperti Slayer, Iron Maiden, dan Metalicca.

Sepultura merupakan salah satu band Metal yang bisa dibilang sangat aktif dalam hal memproduksi Album hingga saat ini.
Album pertama Sepultura di rilis pada tahun 1986 yang diberi nama Morbid Visions oleh Cogumelo Records perusahaan rekaman Indie yang ada di Brazil pada saat itu.
Namun sebelum mengeluarkan Album tersebut, Sepultura pernah tercatat telah merilis Album pertamanya pada tahun 1985 yang diberi nama Bestial Devastation.
Setelah mengeluarkan album pertamanya, barulah Sepultura mulai di hargai di dunia underground Brazil pada saat itu. Bahkan Sepultura merupakan Band Metal asal Brazil yang paling sukses sampai saat ini.

Kemudian Sepultura memutuskan untuk pindah ke pusat kota Sao Poulo untuk membuat karir bermusik mereka lebih maju.
Namun sayang pada saat itu juga sang gitaris Jairo T (gitar) mengundurkan diri dan langsung di gantikan oleh Anrdreas Kisser (gitar).

Tahun 1987 Sepultura mengeluarkan Album kedua mereka yang di beri judul Schizophrenia. Tapi Album ini kurang berhasil menarik perhatian para Metalhead Brazil pada saat itu karena kurangnya promosi yang dilakukan pihak Label.
Dan Sepultura langsung memutuskan kontrak dengan Cogumelo Records di tahun itu juga.

Merasa Albumnya perlu mendunia, Sepultura melakukan lompatan besar dengan menggandeng perusahaan rekaman ternama Roadrunner Records dan merilis kembali Album Schizophrenia.
Lalu di tahun 1989 Album ketiga Sepultura yang bertajuk Beneath The Remains di rilis ke pasaran oleh Roadrunner Records.

Ternyata benar firasat seluruh personil Sepultura pada saat itu bahwa lagu-lagu mereka perlu mendunia. Tidak tanggung-tanggung. Pihak label langsung mengadakan Tour promosi Album keliling Eropa dan Amerika.
Dan kritikan positif berdatangan dari Metalhead dunia pada saat itu.

Lalu di tahun 1991 Sepultura memutuskan pindah ke Phoenix, Arizona dan sekaligus merekam dan meluncurkan Album ke-empat yang diberi nama Arise.
Album ini mencapai puncak pada masanya di kala itu, berbagai penghargaan musik di dapatkan Sepultura, bahkan mendapatkan penghargaan Album Platinum.

Album Sepultura yang berjudul Chaos AD dirilis pada tahun 1993. Dalam Album ini Sepultura banyak mengangkat tema-tema tentang isu-isu sosial yang sedang panas di Brazil pada saat itu.
Album ini juga sangat sukses di pasaran.

Setelah itu di tahun 1996 Sepultura kembali merilis sebuah Album yang diberi nama Roots.
Di puncak popularitasnya dan memiliki jutaan fans yang ada di seluruh dunia tidak membuat hubungan yang solid di antara para personil. Setiap personil memiliki ego masing-masing.
Hingga puncaknya Max Cavalera (vocal) mengumumkan pengunduran dirinya dari Sepultura di tengah-tengah jadwal tour yang masih tersisa pada tahun 1997.

Di kabarkan bubar, Secara mengejutkan Igor Cavalera (drum), Paulo Jr (bass), dan Andreas Kisser (gitar) mengumumkan bahwa Sepultura masih ada dan akan segera mencari vocalis baru pengganti Max.
Audisipun di lakukan, Lalu tidak lama setelah itu Derrick Green (vocal) di kenalkan ke pada para fans sebagai pengganti Max.

Dengan formasi yang baru Sepultura langsung mengeluarkan Album yang diberi judul Againts pada tahun 1998, dan masih di bawah perusahaan rekaman yang sama yaitu Roadrunner Records.
Lalu di tahun 2001 Sepultura kembali merilis Albumnya yang berjudul Nation.

Dari tahun 2002 hingga 2005 tercatat ada empat album yang dirilis, di antaranya ada Under A Pale Grey Sky (2002), Revolusongs (2003), Roorback (2003), dan Live In Sao Paulo (2005).

Di tahun 2006 Igor Cavalera (drum) menyatakan pengunduran dirinya dari Sepultura, bersamaan dengan di rilisnya Album Dante XXI.

Setelah cukup lama vakum tanpa drummer, Sepultura move on dari masa lalu dan mengenalkan kepada para fans pengganti Eloy Casagrande (drum) sebagai pengganti dari Igor.
Dan segera melucurkan Album baru yang di beri nama A-lex pada tahun 2009.

Setelah sukses dengan album sebelumnya dan formasi terbarunya, Sepultura kembali mengeluarkan Album di tahun 2011 yang berjudul Kairos.
Di dalam album ini banyak sekali perbedaan sound-sound serta distorsi yang berbeda dari Album Sepultura yang pernah ada. Dan juga tidak ketinggalan Setiap personil memiliki karakter tersendiri dalam musiknya.

Lebih dari 10 tahun Sepultura memiliki andil yang sangat besar dalam iklim Musik Metal di dunia dan juga sangat berpengaruh dalam dunia musik Metal sampai sekarang ini.
Dan menjadi panutan dari band-band Metal yang ada saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here