Sejarah Musik Metal Masuk Ke Indonesia

Sejarah musik metal masuk ke Indonesia

ZONADISTORSI – Tidak bisa di pungkiri lagi perkembangan musik metal di Indonesia saat ini sangatlah pesat, banyak band-band cadas tanah air yang saat ini sering manggung dan mengadakan tour ke luar negeri.

Bahkan sudah banyak festival-festival metal yang di selenggarakan anak negeri yang tidak kalah dengan festival musik metal yang ada di luar negeri, Indonesia juga punya festival metal berkelas yang di gadang-gadang sebagai festival musik metal terbesar se-Asia Tenggara.

Di balik itu semua ada hal penting tentang bagaimana musik metal bisa masuk ke Indonesia?

Zona Distorsi menelusuri dari berbagai sumber mengenai sejarah musik metal masuk ke Indonesia, baik online maupun offline.

Di mulai pada era 70-an kata underground pertama kali di gunakan oleh majalah musik asal Bandung yang bernama Aktuil, kata underground di gunakan untuk menggambarkan band-band yang memainkan musik beraliran keras, liar dan juga extreme pada saat itu.

Masuknya musik metal ke Indonesia tidak bisa terlepas dari hasil evolusi band-band beraliran rock pendahulu di era 70-an, seperti God Bless, Super Kid, AKA/SAS, Rawa Rontek, El Pamas, Power Metal dan lainnya.

Jika di lihat dari segi industri dengan begitu banyaknya band rock yang berkembang pada saat itu, memang sudah pantas untuk band-band tersebut memiliki wadah untuk mengekspresikan karya-karyanya.
Sehingga muncul seorang pengusaha yang menamakan dirinya LogZhelebour yang bersedia atau bisa di bilang nekat untuk memayungi serta menyediakan wadah bagi musisi musik Rock pada saat itu.
Log membuat terobosan baru dengan menyelenggarakan festival musik Rock pertama di Indonesia tepatnya di kota Surabaya yang di sponsori oleh salah satu perusahaan rokok pada saat itu. semenjak itu, banyak media massa yang beranggapan bahwa Surabaya adalah barometer atau sumber pertama sejarah musik metal masuk ke Indonesia.

Lalu pada era-80an mulailah musik beraliran rock berevolusi menjadi heavy metal, tidak hanya Indonesia, bahkan seluruh dunia merasakan demam heavy dan trash metal yang saat itu di pelopori oleh band-band pionir seperti, Metallica, Slayer, Exodus, Megadeth, Kreator, Antrhax, Sodom, Sepultura dan lainnya.

Di Indonesia sendiri, musik metal mulai berkembang dari kota-kota besar seperti Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Surabaya, hingga Bali, sehingga muncullah scene-scene underground di kota-kota tersebut pada era-80an.

Setelah perkembangan musik metal semakin melebar di Indonesia, membuat band-band metal sekelas Sepultura dan Metallica melirik Indonesia, sehingga di buatlah konser band metal pertama dari luar negeri, Sepultura pada tahun 1992 dan di ikuti oleh Metallica pada tahun 1993.
Konser ke-2 band metal tersebut sangat berpengaruh serta memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap scene underground tanah air pada saat itu.

Pada tahun 1998 untuk pertama kalinya komunitas metal berani tampil ke publik, komunitas tersebut sering nongkrong atau ngumpul di sebuah pub yang ada di Jakarta, daerah pertokoan Pondok Indah yang bernama Pid Pub.
Pid Pub menyediakan panggung untuk komunitas ini setiap malam minggu pada saat itu di depan pub tersebut. Dari situlah banyak bermunculan band-band cadas pionir yang berjasa membawa musik beraliran metal masuk ke tanah air, band-band tersebut antara lain, seperti Roxx, Rotor, Sucker Head, Commotion Of Resources, Painfull Death, Parau, Jenazah dan lainnya.

Walaupun band-band tersebut hanya mengcover atau membawakan lagu-lagu band metal luar negeri yang ada pada saat itu, seperti Metallica, Slayer, Megadeth, Kreator dan lainnya, namun tidak bisa di pungkiri band-band tersebut sangatlah berjasa dan berani menggebrak industri musik tanah air dengan ciri khas musik underground mereka masing-masing.

Selain komunitas dan band, sejarah musik metal masuk ke Indonesia juga di bantu oleh radio-radio dan juga media massa yang mendukung pergerakan musik cadas pada saat itu. Di antaranya ada, Radio Mustang, Radio Bahama, Radio Metro Jaya dan Radio SK. Untuk media massa ada, Tabloid Citra Musik, Majalah Hai, dan Majalah Vista.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here