Bounty Ramdhan Bicara Soal AMI Awards sampai Single Terbaru Brand New Eyes

img: instagram.com/bountyramdhan/
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Belum lama ini nama drummer Bounty Ramdhan kembali muncul ke belantika Musik Tanah Air. Anak dari bassist legendaris GIGI diganjar nominasi AMI Awards kategori Artis Solo Pria/Wanita Rock/Instrumentalia Rock Terbaik lewat lagu berjudul tragic. Agak mengherankan memang, mengingat Bounty sejatinya adalah seorang drummer namun justru mendapat nominasi untuk kategori penyanyi solo.

Drummer dari band Brand New Eyes ini mengatakan sebenarnya lagu tersebut hanya proyek “iseng” belaka. Guna mengkonfirmasi hal itu, zonadistorsi melakukan wawancara ekslusif dengan Bounty Ramdhan. Selain membahas nominasi yang diperolehnya, kami juga sedikit membicarakan Brand New Eyes serta kondisi musik di indonesia. Berikut petikan hasil wawancara kami dengan sang drummer yang akrab disapa Abong ini.

Hallo! Apakabar bong? Long time no see. Terima kasih atas waktunya buat interview

“Alhamdulillah sehat. Iya ya terakhir ketemu masih suka main bola di lapangan sekolah kalo pelajaran kosong ya haha.”

hahaha good old days! Udah, fokus ke pertanyaan dulu haha. Terakhir kali Bounty Ramdhan keluar masuk masuk tv pas jadi additional drummer-nya kotak. It’s been a while isn’t it? Bisa kasih tau Bong sekarang lagi sibuk dan ngerjain projek apa aja?

“Iya kebetulan dari tahun 2010 – 2014 gue ikut Kotak as additional drummer mereka. Dan setelah dari situ gue aktif sama band gue BRAND NEW EYES yang dimana kemaren kita baru rilis single baru berjudul Love Just to Hurt, bisa di cek di youtube ya. (HARUS HAHAHA) Dan selain itu gue juga sekarang ikut ke GIGI sebagai creative content director dan visual jockey disetiap show nya GIGI.”

Belum lama ini lagu lo berjudul Tragic masuk nominasi AMI Award kategori Artis Solo Pria/Wanita Rock/Instrumentalia Rock Terbaik. Apa lo kaget? Apa perasaan lo pas denger berita ini pertama kali?

“Okay sebelum terlalu jauh gue pingin cerita sedikit mengenai single Tragic ini. Tragic ini merupakan single pertama gue as solo artist yang dimana semua instrument di dalam lagu tersebut gue yang mainin /one man band.

Alasan gue bikin lagu tersebut adalah karena menurut gue lagu itu kurang cocok kalo dibawain ama band gue, makanya gue rilis sendiri sebagai solo project gue. Dan bisa dibilang Tragic ini adalah projek iseng-iseng berhadiah. Karena gue memang niatan nya hanya rilis, ga mikir kedepan nya harus manggung dimana dsb. Karena gue fokusnya dengan BNE kan. Tragic mah kaya hanya yang penting sih jadi rilis saja. hitung-hitung itu curhatan diary kehidupan gue. Ngga kebayang juga kalo manggung, wong yang main gue semua haha.

Makanya gue shock dan cukup kaget pas tau Tragic masuk nominasi di AMI Awards 2017. It’s like seriously? Soalnya balik lagi ke awal, Tragic ini menurut gue iseng2 berhadiah gue ga expect banyak dari lagu ini. Malah lagu band gue belum pernah masuk ke AMI lah project iseng gue masuk. Jadi ya shock dan seneng banget.”

AMI Award jelas bukan sekedar award ecek-ecek buat para musisi walaupun akhirnya gagal menang. Apa arti masuk nominasi sekelas AMI Award buat seorang Bounty Ramdhan? Ada pelajaran yang lo ambil dari AMI Award kali ini?

Bounty : “Hmm jujur gue aja kaget kan bisa masuk. Ya berharap menang mah ga munafik memang iya. Tapi walaupun tahun ini ga bisa daperin award nya, ada 1 hal yang gue lebih syukuri adalah dengan masuknya gue ke nominasi AMI tandanya gue sudah diakui oleh orang-orang sebagai seniman dan pelaku seni. Di umur gue yang segini bisa satu kategori sama orang-orang yg jauh lebih senior dari gue itu juga udah cukup membuat gue bersyukur. Dan ngasih semangat ke anak muda diluar sana bahwa kita sebagai generasi muda harus ngasih bukti dengan berkarya, seneng sih bisa jadi perwakilan generasi muda di dalam kategori itu. Jujur masuk nominasi kemarin membuat gue lebih semangat untuk lagu selanjutnya.”

Oh iya, buat tragic sendiri bisa ceritain sedikit ga proses pembuatan sampai proses produksinya gimana? Ini proyek lo sendiri atau ada kolaborasi musisi lainnya?

Bounty : “Nah sebelumnya udah ada yg dijawab ya beberapa point nya di pertanyaan sebelum nya. Intinya Tragic adalah lagu curhatan gue tentang bagaimana gue dealing dengan cerita hidup gue. Dari mulai lewatin broken home, failed dalam kerja, failed dalam percintaan dsb. Makanya kaya tragis banget. Tapi itu tadi kita harus bisa alihkan si aura negatif tsb menjadi sesuatu yang positif yaitu karya kalo menurut gue. When Tragic Becomes Magic. Ya dan ga ada kolaborasi itu semua gue hahaha egois ya.”

Agak terkesan egois tapi ya untungnya bisa masuk AMI Awards, jadi boleh sombong (hahaha). By the way, selamat ya buat nominasinya bong. Semoga semakin memacu lo buat terus berkarya lebih baik lagi.

Bounty : “Pasti.”

Oke, bergeser ke pertanyaan selanjutnya (Agak sedikit personal). Kita semua tau lo mewariskan jiwa musisi dari bokap yang merupakan bassist legendaris band GIGI. Sejauh apa sih influence bokap ke gaya musik lo sejauh ini? atau justru kalian punya pandangan sendiri-sendiri soal musik?

“Cukup besar. Influence bokap ke gue mungkin tidak secara permainan musik, tapi bagaimana kita memandang musik. Orang lain semua cari hiburan itu dengerin musik dan nonton konser dimana mereka bisa senang-senang. Tapi ketika kalian menjadi pekerja di dalam nya kalian akan memandang musik dengan cara yang berbeda. Bahwa musik itu penuh tanggung jawab dan ga hanya main-main seperti yang dilihat.

Kita harus siap kehilangan waktu bersama teman. Itu yang paling kerasa ama gue. Waktu/hari kerja gue sebagai seniman banyak di weekend yang dimana temen2 gue libur. Gue libur di weekdays yang dimana temen2 gue udah sibuk kuliah dan kerja. Harus siap ninggakin keluarha keluar kota selama beberapa hari dsb. Dan yang penting kita garus profesional dalam setiap show. Mau kita lagi sedih bt dsb, kita harus bisa memberikan yang terbaik, karena penonton kan gamau tau mereka udah beli tiket dan niat dateng mau seneng2 dan kita harus bisa membuat malam itu malam terindah untuk dia. Jadi musik itu tanggung jawab nya besar. Sangat besar.”

Baca Juga :  Youtube sebagai Media Alternative Musisi Indie

Oh iya, ngomong-ngomong soal musik di indonesia kemarin dengan boomingnya lagu Akad dari payung teduh banyak yang nge-cover lagu mereka. Alhasil youtube dibanjiri dengan cover lagu Akad. Payung Teduh sendiri gerah dengan orang-orang yang nge-cover lagu mereka tanpa ijin.  Bagaimana pandangan lo?

“Ya jelas gue sangat setuju dengan apa yang disuarakan Payung Teduh. Karena terkadang apalagi disini (indonesia) kita sebagai seniman hanya dinikmati karyanya tanpa mendapatkan hak penjualan lagu tsb (copyright). Cuma mengandalkan off air. Nah meng-cover menurut gue sih kalo memang tujuan nya untuk mengapresiasi karya yg di idolakan sih it’s okay wajar aja. Tapi kalo udah sampe monetize dan dapat keuntungan dari situ sih menurut gue ga bagus. Terkecuali sudah ada agreement atau dealing atau izin dengan si pencipta lagu.”

Oke sekarang beralih ke Brand New Eyes. Sebagai salah satu pentolan Brand New Eyes, kita semua tau kalo awalnya BNE terbentuk sebagai band cover yang bawain lagu paramore. Sampai akhirnya bikin lagu sendiri namun tetep terinspirasi dari paramore. Keberatan ga kalo BNE dibilang ngejiplak paramore?

“Kalo ngejiplak keberatan, karena kita dari awal tidak ngejiplak. Tapi kalo influence, yap Paramore adalah influence terbesar di awal band ini terbentuk. Karena nama pun di ambil dari album ke 3 nya mereka yg berjudul sama yaitu Brand New Eyes. Dan dulu alhamdulillah Hayley Williams pun udah nonton kami via Youtube dan dia support dengan memasukan kita di blog pribadi nya dia.”

Bong kalo secara pribadi apa sih yang nge-influence lo pengen banget jadi musisi? bisa diceritain?

“Ya mungkin karena terbiasa sedari dini melihat bokap gue manggung dan berkarya setiap hari nya. Gue melihat bahwa dengan musik kita bisa punya dunia/pelarian sendiri. Musik bisa menyelamatkan seseorang. Gue gatau kalo tanpa musik dunia ini akan seperti apa. Dan juga gue bisa bermain alat musik itu tanpa belajar/otodidak. Yang dimana banyak orang lain belajar untuk bisa. Menurut gue ini adalh gift dari Tuhan yang harus gue pertanggung jawabkan, maka dari itu gue ga akan permah berhenti untuk bermain musik.”

Setelah beberapa ganti vokalis, BNE akhirnya tampil dengan formasi baru. Beberapa lagunya juga keliatan beda dari lagu-lagu sebelumnya yang paramore banget. Lirik yang cukup dalem musik yang agak keras. Bisa ceritain kenapa? Apa BNE mau lepasin image “paramore” nya? trus mau kemana arah musik BNE kedepannya?

“Cukup simple sih sebenernya. Kita sekarang jauh lebih jujur dengan diri kita sendiri. Mungkin karena sebelum ini kita dibawah naungan sebuah label besar yang dimana banyak point2 yang tidak sesuai dan mau gamau harus kompromi dsb. Akhirnya kita memutuskan untuk indie dan bisa bebas seperti yang kita mau hehe.”

Single BNE yang baru love just to hurt kedengeran kaya gabungan antara suara teriakan dave grohl dicampur suara melengkingnya Kurt Cobain. Bisa ceritain inspirasi/proses pembuatan lagunya gimana?

Bounty : “Hmm mungkin kalo perihal suara memang character vocalist gue, Boy memang seperti itu ya. Kalo pembuatan lagu sih LJTH kita jamming di studio. Dan kalo dari lirik lagu ini gue tulis tentang bagaimana gue melewati masa2 down nya BNE kemarin.”

pertanyaan terakhir! tahun 2017 mau selesai, gimana lo nge-review karir musik sama kehidupan lo setahun belakangan? Ada resolusi tahun depan yang bisa di bocorin ke kita? Hehe

Bounty : “Ya yang jelas gue selalu bersyukur dan jangan pernah merasa puas. Yang jelas tahun depan harus bisa lebih baik. Apapun yang terjadi kemarin, pasti karena sebuah alasan. Dan di tahun 2017 ini gue bisa rilis single BNE yang baru dan Tragic masuk ke AMI Awards udah cukup wow banget sih. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk gue dan BNE.”

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here