Forgotten Rilis “Kaliyuga” Laku 1000 Keping Dalam Hitungan Hari

img: instagram/forgotten_official
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

“Jangan tanya hak asasi, ini milik rezimnya Nazi, Iblis konspirasi jual dirinya di tv, Jendral, haus darah mulut penuh sampah, Habib doyan khotbah menebar serapah”. Yes, lirik tersebut merupakan bait pertama dari lagu yang berjudul “Tumbal Post Kolonial.” Lagu tersebut juga menjadi kekuatan utama pada album yang siap edar milik dari band Death Metal yang terkenal dengan ciri khas musik dan vokalnya. Siapalagi kalau bukan Forgotten, band Death Metal yang sudah berumur 22 tahun asal kota Kembang Bandung.

Sejauh ini sudah lebih dari 1000 keping CD yang terjual meski masih dalam hitungan hari, seakan-akan publik Metal lokal tak ingin kehabisan jatah produksi dari album yang terbilang cukup lama mereka tunggu. Informasi “sold out” produksi tahap pertama ini di informasikan mereka melalui akun instagram Forgotten Official. Yah, sepertinya album ini akan meledak guys.

Nama Forgotten memang tidak asing ditelinga para metalhead lokal. Pasalnya, band ini terhitung cukup produktif dalam mengeluarkan album. Sejak berdirinya tahun 1995 di komunitas Ujung Berung, Bandung, Forgotten telah mengeluarkan 4 buah album diantaranya, Obsesi Mati (2000),Tiga Angka Enam (2003), dan Laras Perlaya (2011) dan yang terakhir Kaliyuga (2017). Dengan ciri khas vokal Addy Gembel yang sangat menonjol, semua metalhead pasti akan mengenali lagu Forgotten meski itu terbilang lagu baru.

Album terbaru bertajuk “Kaliyuga” merupakan penantian panjang para metalhead Indonesia selama 6 tahun sejak keluarnya album “Laras Perlaya” ditahun 2011. Band yang namanya melejit dari kontroversi lirik-lirik lagunya tersebut memang menaruh perhatian khusus pada kekuatan dan kekritisan pada setiap bait lagu-lagunya. Publik awam pernah berpikir bahwa lagu “tiga angka enam” yang dipopulerkan pada tahun 2003 silam adalah seruan untuk mengajak pada kesesatan. Asumsi tersebut wajar saja terjadi karena sebelumnya Forgotten juga merilis singel dengan judul yang sangat provokatif, dengan judul “Tuhan Telah Mati” yang diproduksi pada tahun 2001.

Baca Juga :  Youtube sebagai Media Alternative Musisi Indie
img; instagram @forgotten_official

Harus diakui kematangan bermusik salah satunya bisa terjadi selaras dengan bertambah dewasanya umur sebuah band. Hal ini juga yang terjadi pada Forgotten. Pada promo albumnya, channel @Licmedia (zine SEM Records) merilis video youtube berjudul “Tumbal Post Kolonial” yang jika anda memutuskan untuk mendengarkannya, anda pasti terkejut dengan konsep baru mereka. Tempo lagu harus diakui menurun dari album sebelumnya, begitu juga sound distorsi pada gitar yang kedengaran lebih lembut. Namun disitulah letak kedewasaannya. Dengan pengayaan instrumen lain seperti keyboard, lagu tersebut lebih terdengar harmoni dan kental akan simphony Death Metal.

Addy Gembel sang vokalis lewat akun instagramnya menulis “Ada Yang Lebih Khidmat Di Hari Pahlawan, Nantikan.” Dan tentu saja hari tersebut merupakan hari pertama promo album mereka. Pengambilan kata “Khidmat dalam tulisan di akun instagramnya agaknya tepat, karena kalian pasti juga akan khidmat mendengar lagu di album terbaru mereka. Ohya, Addy juga menulis di akun instagramnya kalau album terbaru mereka ini merupakan The Most Awaited Album Forgotten.

Album ini dirilis oleh label indie lokal bernama SEM Records yang bermarkas di kota Samarinda Kalimantan Timur. Album ini akan disitribusikan dalam format CD. Sebagai tambahan informasi, label indie yang tengah mendapat perhatian dari publik metal lokal ini sebelumnya juga merilis album band metal besar asal kota Bandung, Beside “Eleven Heroes“ pada tahun 2015

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here