Konser Brutalize In The Darkness Di Bogor Terancam Di Boikot

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
 
ZONADISTORSI – Tanggal 10 Mei mendatang kota Bogor rencananya akan mengadakan konser metal yang bertajuk Brutalize In The Darkness.
Salah satu headliner dalam acara tersebut merupakan band veteran Black Metal asal Norwegia, Gorgoroth, yang juga telah mengumumkan lewat halaman facebook mereka pada awal februari lalu tentang rencana kedatangan pertama mereka ke Asia (Indonesia) pada 10 Mei mendatang. 


Brutalize In The Darkness merupakan konser metal yang di selenggarakan oleh Event Organizer yang di kelola oleh Ki Gendeng Pamungkas atau sering disebut KGP.

Ki Gendeng Pamungkas belakangan ini sangat aktif di dunia underground dengan menyelenggarakan konser-konser Metal dan Rock.

Selain menggaet Gorgoroth, konser Brutalize In The Darkness juga akan menampilkan band Death Metal asal Belanda, Disavowed.
Turut serta juga band-band Metal dalam negeri, seperti Burgerkill, Down For Life, Kedjawen dan Dajjal.

Di lihat sekilas memang tidak ada hal yang ganjil di dalam flyer (poster) konser tersebut, hanya terpampang Lineup band-band Internasional dan band lokal yang akan tampil, serta tempat di selenggarakannya konser tersebut, di Stadion Padjajaran, Bogor.
Dan juga harga tiket masuk sebesar Rp.25.000.

Namun pada hari senin 9 Maret lalu melalui halaman facebook-nya, Ki Gendeng Pamungkas (KGP) selaku penyelenggara dan penanggung jawab konser tersebut tertulis bahwa di konser Brutalize In The Darkness yang akan di selenggarakan tanggal 10 Mei mendatang akan di bagikan kaus bertuliskan Anti Cina.
Dan juga tertulis di akhir kalimatnya bahwa pengumuman tersebut akan di hapus pada 10 Maret pukul 00.00 WIB.

Meskipun pengumuman tersebut telah di hapus sesuai dengan jadwal, namun ada yang berhasil mengambil sebuah screen shoot pengumuman tersebut dan telah tersebar luas di dunia maya, sehingga menimbulkan kontroversi, khususnya di kalangan Metalhead Indonesia.

Hingga akhirnya dibuatlah sebuah petisi online di change.org oleh seorang warga Jakarta, yang bernama Donny Anggoro yang menuntut pemerintah dan lembaga-lembaga yang berwenang terkait HAM untuk menangkap dan mengadili Ki Gendeng Pamungkas, karena di anggap secara terbuka dan terang-terangan menyebarkan kebencian dan hasutan terhadap etnis Tinghoa kepada anak-anak muda lewat penyelenggaraan konser musik miliknya.

Petisi online tersebut juga secara khusus mengajak para seniman dan musisi band-band metal/rock/punk dan sebagainya untuk menolak propaganda Rasialisme (SARA) yang di lancarkan oleh Ki Gendeng Pamungkas.

Beberapa band lokal yang akan mengisi acara tersebut juga telah mengumumkan tidak akan tampil dalam konser Brutalize In The Darkness 10 Mei mendatang.

Down For Life melalui akun twitter resminya @downforlifesolo :

“Kami memutuskan MUNDUR dr acara Brutalize in The Darkness di Bogor tgl 10 Mei 2015 sampai ada klarifikasi dr panitia ttg propaganda rasisme.”

Burger Kill melalui akun twitter resminya @burgerkill666 :

“Malem guys, kami ingin menginformasikan bahwa Burgerkill batal tampil di event yg digelar tgl 10 Mei 2015 di Std.Padjajaran, Bogor. Thx :)”

Hingga kabar ini di buat, Petisi tersebut sudah mendapatkan dukungan sebanyak 876 tanda tangan.

klik disini untuk melihat Petisi Online yang di beri nama Tolak KGP!!!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Baca Juga :  Youtube sebagai Media Alternative Musisi Indie

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here