Review Album Terbaru Cavalera Conspiracy “Psychosis”

img: Napalm Records
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Napalm Records, sebuah label indie dari Austria patut berbangga setelah berhasil kembali merilis album terbaru Band Trash Metal legendaris dunia, Cavalera Conspiracy. Cavalera bersaudara melalui band trash metal mereka resmi mengumumkan album baru mereka pada 17 November 2017 lalu. Album bertajuk “Psychosis” ini memang patut mendapat tempat di hati publik metal internasional. Pasalnya, meski sudah tidak muda lagi, Cavalera bersaudara membuktikan bahwa musik mereka semakin gahar, kencang, menghentak dan tentu saja penuh ritme kegelapan.

img; Napalm Records

“Spectral War” yang menjadi single jagoan di album terbaru mereka ini seakan-akan mengajak kita kembali pada kejayaan Sepultura. Bukan saja karena teriakan Max yang identik dengan Sepultura, namun tentu saja tempo musik dan distorsi gitar dengan pengambilan nada-nada bernuansa “suram” dan “gelap” mengajak ingatan kita kembali pada permainan old trash metal era 80-an.

Sementara “Insane” yang sudah dibuatkan video klip lirik akan mengajak anda bertualang memasuki nuansa gelap album Sepultura “Beneath the Remains.” Lagu ini secara tempo ketukan drum khas trash metal old school mengingatkan kita pada tembang lawas seperti Inner Self, Beneath The Remains, dan Lobotomy. Jeritan khas Max Cavalera benar-benar sukses mengilusi semua orang bahwa merekalah Sepultura yang sebenarnya.

Album ini terdiri dari 9 lagu diantaranya Insane, Terror Tactics, Impalement Execution, Spectral War, Crom, Hellfire, Judas Pariah, Psychosis, dan terakhir Excruciating. Selain dengan format CD dan Piringan hitam yang bisa didapatkan di toko-toko kaset, album ini juga dijual di amazone dan itunes.

Baca Juga :  Youtube sebagai Media Alternative Musisi Indie

Bagi banyak orang, mungkin ini sebuah keanehan. Mereka (Max dan Igor) yang juga pendiri Sepultura, sama-sama hengkang dari band yang punya nama besar dan di nobatkan sebagai “Bapak” Trash Metal dunia. Berawal dari hengkangnya Max Cavalera yang kemudian membentuk Soufly. Banyak publik menilai kalau Soufly hanya band proyekan sang mantan pentolan Sepultura. Nyatanya, Soufly justru hadir dengan jenis musik mereka sendiri yakni Trash Metal yang dibalut dengan nuansa kekinian, berpadu dengan genre Nu Metal yang sempat booming di era awal 2000-an. Bersama Soufly, Max terbukti produktif dan sudah merampungkan 7 album bersama band bentukannya tersebut. Sementara paska hengkangnya Max, Igor masih tetap bermain dengan Sepultura.

Sesuai nama band mereka, memang kehadiran keduanya masih sangat bersifat konspiratif. Publik hanya bisa menerka tanpa tahu kepastian sebenarnya mengenai maksud kedua bersaudara ini berpetualang di dunia musik metal sejak remaja hingga menjelang tua seperti sekarang ini.

Sejauh ini, band yang beranggotakan Max Cavalera (Vokal  Gitar), Igor Cavalera (Drum), Mark Rizzo (Lead gitar), dan Jhoni Chow (Additional Bass) sudah merampungkan 4 album, diantaranya Inflikted (2008/Roadrunners Records), Blunt Force Trauma (2011/Roadrunner Records), Pandemonium (2014/Napalm Records) dan  album terbaru mereka Psychosis (2017/Napalm Records).

 

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here